Menitpost.com, KOTA PROBOLINGGO – Guna menyerap aspirasi warga yang terdampak penyesuaian harga BBM oleh pemerintah, Direktorat Intelkam Polda Jatim menyelenggarakan serangkaian focus group discussion (FGD) yang dilaksanakan di sejumlah kota. Kegiatan FGD kali ini dilaksanakan di Gedung Biru UPT PPP Mayangan Probolinggo dengan menggelar Sosialisasi dalam rangka “ Pemulihan Ekonomi Terkait Penyesuaian Harga BBM.” Jumat (23/9/22).
Kegiatan yang digelar di Gedung Biru UPT PPP Mayangan ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Probolinggo, Ir. Aries Santoso, Kanit Subdit II Dit Intelkam Polda Jatim, Kompol Juariyati, Kasat Intelkam Polres Probolinggo Kota, Iptu Gendut Wijayanto, Panit Subdit II Dit Intelkam Polda Jatim, Iptu Handoko, Kasi Tata Kelola Bidang Tangkap UPT PPP Mayangan,Salim, Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengembangan Hasil Perikanan DKPP Kota Probolinggo, Trillya Yuliana, S.Pi., MAP, Sekretaris HNSI Kota Probolinggo,Fery serta para anggota HNSI Kota Probolinggo yang berjumlah 50 orang.
“Focus Group Discussion (FGD) ini untuk memberikan ruang kepada semua pihak guna menyuarakan mengenai dampak atas kenaikan BBM. Sekaligus untuk merumuskan dan mencari solusi bagi masyarakat, sehingga kenaikan BBM yang tidak bisa dihindari akibat dampak kenaikan minyak dunia tidak berdampak luas kepada masyarakat kecil,” ujar Kanit Subdit II Dit Intelkam Polda Jatim, Kompol Juariyati.
Ia juga menyebutkan bahwa Polda Jawa Jatim juga melakukan pengamanan terhadap distribusi BBM, mulai dari kilang, depot, perjalanan hingga di SPBU guna menjamin ketersedian dan antisipasi gangguan keamanan pendistribusian BBM.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Probolinggo Kota,Iptu Gendut Wijayanto menyampaikan, berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2002 tugas polri adalah harkamtibmas dan penegakan hukum sehingga kegiatan ini sebagai upaya pencegahan jangan sampai terpegaruh profokasi untuk menciptakan situasi yang tidak kondusif.”Kegiatan sosialisasi ini sebagai komunukasi untuk mewujudkan situasi yang kondusif
Suara-suara di lapangan tentang dampak BBM kita bahas bersama, yang ini sebagai upaya preemtif Polres Probolinggo Kota dalam rangka mereduksi dampak penyesuaian harga BBM di wilayah Polres Probolinggo Kota.
Dirinya juga menyebut Polres Probolinggo Kota siap mengawal pemberian bantuan sosial pada masyarakat bekerjasama dengan pemerintah daerah dan unsur TNI.
Para bhabinkamtibmas juga akan dilibatkan dalam mengawasi distribusi BBM di tingkat SPBU hingga pemanfaatannya di tingkat masyarakat,” harapnya.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Probolinggo, Aries Santoso mengatakan, kegiatan ini harus dilakukan sebagai ajang silaturahmi dan koordinasi guna menyelesaikan permasalahan yang terjadi pasca penyesuaian harga BBM.” Berharap mewakili pemerintah kota probolinggo dengan upaya untuk memecahkan masalah bersama.” Kenaikan BBM ini harus dilaksankan dengan hal yang sangat sulit, namun pemerintah tentunya sudah memberikan kebijakan dan kompensasi melalui pemberian BLT.
“ Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan aspirasi dari masyarakat khususnya yang berdampak dengan kenaikan BBM, dan nantinya dari Pemerintah akan memberikan BLT BBM yang berkelanjutan,” ujar Aries.
Kabid Perikanan Tangkap dan Pengembangan Hasil Perikanan DKPP Kota Probolinggo menyampaikan, kebijakan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo dengan melakukan rekomendasi kepada para nelayan terkait pembelian BBM. Diskripsi jumlah kapal yang ada di Pelabuhan Prikanan Probolinggo kecuali kapal besar/balai. Untuk data ketersediaan solar di SPBU Pelabuhan adalah 80 kl dan peruntukannnya untuk kapal nelayan, jelasnya.
Sementara itu,Kekretaris HNSI,H.Hambali meminta, kouta solar SPBU di kurangi dan di SPDN pelabuhan ditambahi karena solar yang ada ini didomisi orang orang Gili,” pinta Hambali.(Choy)
