Menitpost.com, KOTA PROBOLINGGO – Bertepatan dengan Peringatan Malam I Muharram (Assura) Lurah Mangunharjo beserta para staf bersama masyarakat yang ada di RT 01/RW 08 Blok Tajungan Kelurahan Mangunharjo melaksanakan tradisi rutin yang dinamakan dengan barikan.
Barikan atau bari’an sendiri pada dasarnya berasal dari bahasa Arab baro’a. yubarri’u, bara’atan/bari’an yang berarti bebas (al-Marbawi, t.th:45). Maksud dari bebas disini adalah bebas dari berbagai marabahaya, wabah penyakit, malapetaka dan musibah (balak). Sabtu (30/7/22).
Secara umum, tradisi barikan ini merupakan sebuah ritual tradisi di tanah Jawa yang dilakukan oleh penduduk suatu desa sebagai upaya tolak balak (menghindarkan berbagai marabahaya), serta mendoakan semua arwah leluruh desa yang telah meninggal dunia, sebagai bentuk penghormatan.
Adapun bentuk pelaksanaan tradisi barikan di Blok Tajungan ini adalah dengan melaksanakan doa bersama di pinggir jalan. Yang mana masyarakatnya bergabung menjadi satu.
Makanan yang biasa disajikan/ disiapkan para warga untuk melaksanakan tradisi ini adalah nasi putih dengan lauk pauknya berupa kuluban (urap), sambal ikan petek, telur rebus dan peyek. Tradisi makanan khas semacam ini merupakan bentuk warisan budaya yang telah dilakukan secara turun temurun.
Tradisi ini pada mulanya hanya dilaksanakan di Bulan Muharram (Assuro) saja, namun sempat dua tahun tidak dilaksanakan dikarenakan masa pandemi Hal ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar masyarakat secara ruhaniyah untuk tolak balak dari virus Covid-19 yang sedang mewabah di dunia.
“Iya, selain melestarikan budaya leluruh, tujuan pentingnya adalah sebagai ikhiar agar semua penduduk terhindar dari balak karena pelaksanannya berisi doa-doa, ” tutur Tokoh Masyarakat sekitar, H.Rasyid.
Dalam tradisi ini, setelah doa-doa selesai dilantunkan, masyarakat yang mengikuti kegiatan ini bersama-sama menyantap makanan yang telah disajikan. Hal ini merupakan bentuk kerukunan hidup yang sangat apik dan patut untuk terus dipertahankan.
Sementara itu Lurah Mangunharjo, Hari Setiyo Yani menyampaikan, ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh keluarga besar Kelurahan Mangunharjo dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam yaitu BELAH JIMAT MANGUNHARJO (Bersih Lahir dan Jiwa Masyarakat Mangunharjo). Sebelumnya juga dilakukan kegiatan Hotmil Quran, Ziarah Makam Leluhur kepada 5 Lurah yang pernah menjabat disini.yang dilanjutkan dengan tasyakuran serta jalan santai.
“ Tradisi Baritan adalah kegiatan yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat dan peristiwa alam. Tradisi ini tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat dan sudah turun menurun hingga sekarang,” ujarnya. (Choy).
